Hidup untuk KemuliaanNYA

Hidup untuk KemuliaanNYA (1 = A)

musik dan lirik : Daud Franky Gunawan

A                  E/A                 F#m                     D

Kadang kita kan terjatuh, ketika kita berjalan

A                  E/A                 F#m                     D

Kadang kita kan merasa, smua tak seperti impian

F#m                C#m                                        D                         A

Namun Tuhan tlah ciptakan smuanya, sbagai mula dari cintaNya

F#m                       C#m                                  D            G

Ketika Ia membentangkan langit, dan sebelum putarkan bumi

Reff:

D                                              A/C#m

Percayalah dirimu ciptaan terindah

Bm                                    F#m          E

Dengan tiap renda cinta di rajutan-Nya

D                                            A/C#m         Bm                                  F#m        E

Hidupmu adalah berkat dan terang, bahkan di saat engkau merasa hampa

D                                            A/C#m

kar’na setiap sentuhan jemari kita

Bm                                    E                                 A

Kan merubahmu dan sesama, Tuk kemuliaanNya

A             E/A                   F#m                   D

Kita tak dapat tentukan awal dari hidup kita

A                 E/A                   F#m               D

Namun kita kan tentukan kelak di garis akhirnya

F#m                      C#m               D                        A

Dan tetaplah kau berdiri tegar di antara duri ilalang

F#m                    C#m                  D                               E

Mencoba untuk terus bertahan, Tuh merekahkan senyumanNya

Lagu hidupmu tuk kemuliaanNya saya buat juga berkaitan dengan lagu mewarnai dunia. Dimana untuk memulai satu gerakan memenuhi dunia ini dengan kasih, kita harus mulai dari dalam diri kita sendiri. Lagu ini saya buat juga berdasar kondisi nyata pribadi saya saat itu, dimana rasa jenuh atas pelayanan, rasa jenuh atas kehidupan yang keras baik di dunia kampus maupun hidup sehari-hari membuat saya lelah dan tertekan. Dan kadang hal-hal itu membuat saya merasa tak punya lagi tujuan yang ingin dicapai dalam hidup saya. Untuk menghindari kejenuhan tersebut saya rajin untuk datang dalam perjamuan ekaristi hampir setiap hari di Paroki SMTB saat itu. Dan dari setiap homili yang ada, menyadarkan saya bahwa Tuhan punya rencana atas setiap kehidupan yang diselenggarakanNya. Dan dari situ saya belajar mengerti bahwa hidup ini memang jatuh bangun dan tidak selalu sama dengan kehendak kita, tapi saya sadar bahwa Tuhan punya rancangan dalam jangka waktu yang lebih panjang dari pemikiran saya. Saya juga disadarkan bahwa setiap kehidupan ini tidak dapat kita pilih bagaimana awalnya, seperti memilih keluarga yang kaya untuk dilahirkan, memilih berwajah super tampan, atau memiliki otak cemerlang seperti Albert Enstain. Tapi yang jelas kita dapat menentukan bagaimana hidup kita kelak ketika kita kembali kepada Bapa. Kita dapat memilih untuk jatuh dalam maut hingga waktunya datang, atau mencoba bangkit dan kemudian melakukan sesuatu kepada dunia. Hal pertama yang terbersit dalam hati saya waktu itu adalah saya harus bisa mengajak setiap orang menerima dirinya sendiri, karena saya pribadi merasa kurang dalam banyak hal di hidup ini(gendut lah , kurang tampan lah, kulitnya gelap lah). Ketika saya tidak mampu menerima diri apa adanya, semua itu membebani saya dan membuat hidup terasa berat. Jadilah reff lagu ini mencoba menguatkan bahwa setiap kita adalah ciptaan Allah yang indah dimana selalu ada renda cinta Allah yang berarti ada kasih dan perhatian Allah di hidup kita, dan setiap manusia memiliki renda yang memperindah sesuatu yang berarti manusia pasti punya kelebihan yang membuat dirinya tampak ISTIMEWA. Dan setiap renda itu akan mengubah dunia ini untuk kemuliaan Tuhan apabila kita sadar dan mau mempergunakannya dengan sebaik mungkin, seperti yang Allah firmankan untuk mengolah dunia ini menjadi lebih baik setiap harinya dan agar diri kita benar-benar menjadi saksi hidup yang mewartakan Kristus dalam hidup kita. [franky gunawan]

Iklan