WHEN OUR OBEDIENCE IS HARD

Sebelum membaca tulisan ini, mari kita samakan persepsi tentang ketaatan.

Ketaatan yaitu senantiasa tunduk, setia, mendengarkan, belajar melakukan perintah, peraturan ajaran Gereja Katolik.

Apa sih alasan kita untuk tidak taat? Ego? Sombong? Tidak bebas? Peraturan dibuat-buat?

Samakah kita seperti anak-anak?
Taat kalau suka, kalau tidak suka maka mencari-cari alasan

Kalau kita bukan anak-anak, Anda taat karena apa?

 

Satu hal yang harus diperhatikan tentang ketaatan :

Taat harus datang dengan cinta untuk menghasilkan sukacita. Kalau tidak, ketaatan tersebut akan membawa beban

Orang sulit taat karena DOSA (Roma 7:19-23)

Apa sih penyebab dari sulitnya kita untuk taat?

Ada 3 (tiga) penyebab kita menjadi sulit untuk taat, yaitu : DADUTAN

  1. keDAgingan (Galatia 5 : 16-26),
  2. DUnia (segala hal yang ada di dunia yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, seperti hedonism, dsb), dan
  3. seTAN

“THERE IS NO NEUTRAL AREA”

Jadi kita hidup seperti berada di tengah-tengah magnet kutub utara dan selatan, ketika kita menjauh dari salah satu kutub kita pasti menuju ke kutub yang lain. Ketika kita menjauh dari Allah, kita pasti sedang mendekat pada iblis.

“Roh Kudus lah yang membuat kita menjadi taat”

Selain ketiga hal tersebut, lihat MOTIVASI kita saat melayani-Nya. Cek apakah MOTIASI mu sekarang masih sama dengan MOTIVASI awal mu untuk menyenangkan Tuhan?

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”
MATIUS  7 : 21

AKIBAT KETIDAK-TAATAN

Kita ini tubuh Kristus, ketika satu orang tidak taat, maka dia melepas ikatan tangan kita. Ketika ikatan itu lepas, maka akan terbentuklah celah. Celah itulah yang menyebabkan domba-domba di dalam keluar atau serigala akan masuk, sehingga kekacauan pasti terjadi saat kita tidak taat.

Contoh Alkitab (1 Samuel 15:1-28) :

Kita tahu bahwa Saul, seorang Raja Israel yang berasal dari bukan siapa-siapa, tapi dia ditunjuk Tuhan menjadi Raja, karena Tuhan bisa memilih siapa saja, tanpa memandang siapa kita. Ketika Tuhan memilih kita, Dia pasti memberikan hati yang baru. Ketika Tuhan telah membaharui hati Saul, dan dia menjadi taat hingga menjadi seperti seorang nabi. Akan tetapi ketaatan Saul memudar ketika Tuhan memerintahkan dia untuk membumi-hanguskan kerajaan Amalek, dari raja hingga ternak. Tetapi Saul tidak taat dengan menyelamatkan ternak-ternak terbaik yang akan dipersembahkan kepada Tuhan. Tapi persembahan itu tidak berkenan dimata Tuhan.

Ketika anda mulai tidak taat, Tuhan akan menunjuk orang lain agar rencanaNya tetap berjalan dan jiwa-jiwa tetap terselamatkan

Masih mau tidak taat ? THINK AGAIN

BAGAIMANA KITA BISA TAAT KEPADA TUHAN?
  1. MINTA HATI YANG BARU

Mintalah, maka kamu akan diberi. Ketika kita benar-benar ingin menjadi taat, tapi merasa belum siap, mintalah Tuhan untuk memberikan hati yang baru supaya menjadi taat. (Yehezkiel 36:26-27) Karena ketika kita taat, buah-buah kita akan terpenuhi (Yehezkiel 36:28-30)

  1. TELADANI TUHAN YESUS

Ketika Yesus berdoa di taman Getsemani, Dia sudah berada dalam posisi mau menyerah. Tetapi karena ketaatannya, maka Dia bisa.

Ketika kita mau taat, halangan pasti ada

  1. SALING MENDOAKAN

Ketika seorang gembala jatuh, maka serigala akan memakan domba-dombaya. Oleh karena itu doakanlah pemimpin, pemerintahan, koordinatormu, dll agar memiliki hikmat kebijaksanaan, sehingga ketika melakukan pengambilan keputusan merupakan hasil Tuhan.

TAAT YANG BAGAIMANA ? TAAT BUTA ?
  1. TAAT karena kita mengasihi
  2. TAAT karena otoritas (siapa pemimpin atau atasan kita)
  3. TAAT sampai akhir (e.g. : Bunda Maria. Kita tahu Bunda Maria mendapatkan perintah untuk melahirkan seorang putra tunggal dan menamaiNya Yesus, tapi Bunda Maria tidak meninggalkan bayi Yesus setelah melahirkan di palungan, tetapi Bunda Maria setia merawat ketika Yesus kecil hingga berada disampingNya ketika Yesus dihukum mati, karena ketaatan Bunda Maria bukanlah ketaatan yang setengah-setengah)
  4. TAAT yang berani membayar (e.g. : Musa. Kita tahu bahwa Musa bukan orang kaya baru yang dengan mudahnya meninggalkan semua kemewahan, pengawal, harta, kenyamanan tersebut untuk membebaskan bangsa Israel)

“TUHAN PASTI MENGGENAPI JANJI-NYA KETIKA KITA TAAT”

Iklan