Skrip Drama Monologue – Rosario Peristiwa Terang

PERISTIWA 1 – YESUS DI BAPTIS DI SUNGAI YORDAN

Pria ; pendatang ingin tahu tentang Yohanes Pemandi ; pedagang

Sungguh aneh, sangat sangat aneh. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada dunia sekarang ini. Orang gurun itu, yang selalu berteriak “bertobatlah..bertobatlah, kerjaan Sorga sudah dekat”, dan hanya orang gurun itu saja yang disebut orang-orang sekitar sebagai Mesias dan orang gurun itu juga yang mampu membeikan pengaruh kepada orang Israel, dalam sekejap mata merasa sangat tidak layak untuk membaptis satu Orang yang menghampirinya pada waktu itu.

Aneh…Tetapi…ada sesuatu yang spesial dari Orang itu, Dia mampu membuat orang gurun itu menjadi kehabisan kata-kata dan hanya berdiri seperti orang yang diadili oleh imam-imam agung. Kekuatan apa yang dimiliki Orang itu sehingga membuat orang gurun yang begitu berani untuk menyuarakan pertobatan dengan, hmmm apa sebutan mereka pakai? Ah iya; pembaptisan. Seorang yang begitu berani menyuarakan warga Israel untuk dibaptis hanya bisa diam ketika Orang itu datang, yang tentu saja Dia datang mengajukan diri untuk dibaptis oleh orang gurun itu seperti yang lain. Tapi mengapa?

Atau, apakah Dia yang orang-orang sebut sebagai Mesias? Karena waktu itu, ketika orang gurun itu akhirnya membaptis Dia, langit tiba-tiba terbuka, dan akumendengar sebuah suara, dan suara ini benar-benar membuat diriku begitu tenang, memberikanku suatu semangat, suatu kegembiraan, dan itu tidak pernah kurasakan sebelumnya.

Ya….ya…..tidak salah lagi, Orang itu, memang orang itu. Dialah Mesias, Dialah yang datang sesuai dengan ramalan para Nabi. Ya, tidak salah lagi. Hahaha, wow. Terpujilah kau Allah yang telah datang ke dunia ini.

PERISTIWA 2 – YESUS MENYATAKAN DIRINYA DALAM PESTA PERNIKAHAN DI KANA

wanita, seorang pelayan yang lugu, menghidupi keluarga sendiri

Aku seorang pelayan di suatu pernikahan, pada waktu itu aku menyajikan anggur untuk tamu tuanku. Tapi anggur yang ada tidak cukup untuk semua tamu tuanku yang datang, aku hanya punya air saja. Aku bingung, aku takut untuk berkata kepada Tuanku bahwa persediaan anggur sudah habis. Aku mungkin dicaci maki didepan umum, mungkin aku dituduh menjadi pencuri anggur, tapi anggur itu memang habis. Atau aku bisa dipecat dari pekerjaan ini, yang tentu saja aku tidak akan bisa memenuhi kebutuhan keluargaku lagi. Hanya ini yang jadi pekerjaanku.

Tapi, disaat aku berpikir bahwa ini adalah akhir dari semuanya, seorang Tuan Tamu menghampiriku. Dia mengatakan untuk mengisi tempayan ini hingga penuh dengan air; aku mengikuti apa yang dikatakan Tuan Tamu itu kepadaku, dimana aku harus mengantarkan tempayan ini kepada tiap tamu-tamu tuan rumah yang meminta anggur. Tapi saat aku menuang, tempayan yang aku isi dengan air benar-benar menjadi anggur yang berwarna merah dan memiliki aroma yang begitu enak. Awalnya aku sempat berpikir apakah aku dipermainkan Tuan Tamu itu, mungkin saja dia mengganti air yang kuisi ke dalam tempayan-tempayan itu dengan anggur yang dia bawa;

(DIAM SEJENAK)

wow, Dia benar-benar membawa kebahagian bagiku, dengan Dia, pekerjaanku terselamatkan. Tapi, mana mungkin tempayan sebanyak itu dapat dia isi dengan anggur kembali, berapa banyak anggur yang harus Dia bawa? Tapi anehnya, kenapa aku bisa taat begitu saja dengan Tuan Tamu itu?

(DIAM SEJENAK)

Tentu saja karea dia adalah Tamu Tuan rumahku. Tapi siapakah Tuan Tamu itu? Dia membuatku bisa taat hingga aku melakukan apa yang Dia kehendaki. Dari situ, ya… aku bisa melihat sebuah mujizat dengan ketaatan yang ku lakukan, dan dari situ, aku benar-benar mendapatkan kebahagian dariNya.

 

PERISTIWA 3 – YESUS MEMBERITAHUKAN KERAJAAN ALLAH DAN MENYERUKAN PERTOBATAN

Petrus

Wah, Dia Yesus, sungguh sangat luar biasa. Benar-benar menakjubkan. Sampai sekarang pun aku tidak bisa berhanti untuk mengagumi Dia, sungguh sesosok yang sangat luar biasa, Dia begitu baik, begitu murah hati. Bagaimana tidak? Mana ada orang di dunia ini yang memiliki kebaikan seperti diri-Nya? Seorang yang mau untuk melenyapkan segala penyakit dan kelemahan yang ada di tiap daerah yang Dia datangi. Tidak pernah aku melihat satu orang pun disini yang mau berbuat seperti Dia.

Aku masih ingat dengan begitu jelas, ketika Dia datang di kampung ku. Dia datang dengan penuh rahmat, tidak ada orang lain yang bisa menyamai Dia bagaimanapun juga. Dia datang, mendekati kapal kami, dan berkata untuk mengikuti Nya, dan berkata bahwa Dia akan menjadikan kami penjala manusia. Disitu aku hanya bisa terdiam dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tapi ketika aku menatap Dia, ada sesuatu dalam diriku yang membuat aku dengan tanggap berdiri, meninggalkan jala yang sedang aku tebar di lautan. Disitu, Andreas dan aku langsung menghampiri Dia. Baru kali itu juga tidak ada keraguan dalam hidupku dalam menentukan sesuatu. Dan ya, tidak ada keraguan dalam diriku untuk mengikuti Dia, karena aku yakin Dia adalah Tuhan, Mesias, Anak Alah yang hidup!

PERISTIWA 4 – YESUS MENAMPAKAN KEMULIAANNYA

Sungguh pengalaman yang…… benar-benar…… tidak tahu apa yang harus dikatakan untuk bisa mendeskripsikan semuanya itu. Semua terjadi begitu saja, dan belum pernah sekalipun semnejak aku mengikuti Dia, aku merasakan perasaan sperti itu.

Semuanya dimulai ketika kami menaiki sebuah gunung yang tinggi, dan dengan sekejap saja, Dia berubah rupa menjadi sangat bercahaya, begitu terang, dan kemudian datanglah Musa dan Elia. Dari situ, Petrus, seperti biasa, dia langsung menawarkan Yesus untuk mendirikan tenda untuk Musa dan Elia dapat bermalam waktu. Akupun setuju dengan ide Petrus, mau kapan lagi aku bisa bertemu dengan 3 orang yang begitu hebat, 3 orang yang adalah seorang Nabi, seorang yang begitu dicintai Allah, tidak mungkin ada kesempatan lain yang bisa aku dapatkan selain waktu itu. Dan tentu saja aku sudah memikirkan apa saja yang harus kusiapkan unutk mereka bertiga bermalam.

Tapi, ketika Petrus memberikan tawaran itu, aku mendengar suara yang begitu hebat, tidak pernah aku mendengar suara sperti ini sebelumnya. Aku takut, benar-benar takut. Suara itu berkata bahwa Yesus adalah anak yang dikasihiNya, dan kepada Yesuslah, Dia berkenan. Dan dari suara itu, kakiku menjadi sangat lemas, aku begitu takut, sangat-sangat menakutkan waktu itu, disitu aku merasa begitu hina untuk berada disana, aku merasa begitu kotor, brgitu buruk, begitu tidak layak, dan aku hanya ingin menghilang diwaktu itu, aku takut untuk memalingkan wajahku untuk melihatNya. Semua badanku bergetar. Benar, hanya menghilang yang ada dipikiranku saat itu

Sampai sampai Yesus datang kepada kami dan berkata jangan takut. Aku mendengar suara itu, dan ketika aku mengangkat kepalaku dari tanah, dan aku memandang Yesus, aku tidak melihat lagi Musa dan Elia. Benar-benar saat terindah dalam hidupku waktu itu, aku bisa merasakan sebuah kemuliaan datang waktu itu, aku memang takut saat suara itu datang, tapi perkataanNya membuat aku menjadi kuat. Ketika kami turun dari gunung itu, sampai sekarang, aku masih merasakan kemuliaan bersama Dia.

PERISTIWA 5 – YESUS MENETAPKAN EKARISTI

Malam itu dimana kami makan bersama Raja kami. Itu adalah malam yang membuatku kawatir. Saat aku tuangkan air ketanganNya, aku berpikir. Apakah itu hari terakhir aku melihatNya? Apakah itu hari terakhir ak membasuh tangaNya? Aku takut, aku sedih, tetapi aku percaya kepadaNya bahwa Ia tidak akan meninggalkan kami. Aku ingin melindungiNya dari orang-orang yang akan merenggutnya dariku! Aku ingin tetap bersamaNya! Tetapi saat aku mendengar bahwa Ia tidak bisa bersama dengan kami lebih lama lagi. aku merasa kesepian. Apa yang aku pikirkan ternyata benar. Engkau akan pergi. Jauh. Sangat jauh. Bahkan mungkin hingga kami tak dapat lagi melihatmu. Apa yang akan terjadi. Apa yang harus kami lakukan setelah Engkau meninggalkan kami? Bisakah Engkau tinggal selalu bersama kami? Ayo kabur dan bersembunyi di tempat aman. Aku tau orang-orang farisi itu akan mengejarmu sampai keujung dunia. Tapi Ia lebih tau apa yang harus di perbuat daripada aku. Jelas sekali. Ia adalah Putra Bapa pasti mengetahui semuanya. Hah(menghela nafas) Yang aku bisa lakukan hanya menjaga saudara-saudaraku dengan penuh kasih dan merindukaNya setiap detik dalam hidupku.

Selesainya aku membasuh tanyanNya, Ia mengambil roti tanpa ragi dan sebuah anggur dalam cawan. Mengadahkannya dan berkata-kata. Roti dan Anggur, ya itu tanda akan pengenangan Engkau. Didalam Roti dan Anggur ini aku percaya, aku hidup dan aku akan bersatu dengan Engkau untuk selamanya. Jadi kenapa aku begitu khawatir? Seharusnya aku tak perlu takut! Aku tak perlu merasa kesepian! Karena aku tau janjimu dan aku memiliki Engkau selamanya mulai detik ini. Dan kalian yang memakan roti dan anggur ini. Kalian tak kan di tinggalkan, di dalam hati kalian masing-masing ada Roh Kudus dan ada Yesus.

Download pdf file here

Iklan