Hari Epifani

Hi Shalamers semuanya, masih hangat-hangatnya menikmati masa natal sampai Hari Epifani nih. Kalau bicara Masa Natal, Gereja memulainya dari Malam Natal tanggal 24 Desember hingga Hari Epifani tanggal 6 Januari. Ngomong-ngomong soal Hari Epifani, Shalam post artikel untuk me-refresh makna Hari Epifani buat teman-teman semua, biar waktu merayakan bisa dilakukan dengan penuh arti, nggak cuma datang-misa-pulang aja. Selamat membaca 🙂

have-a-happy-epiphany-three-kingsEpifani mulai dirayakan pada abad ke-3 di Gereja Timur (baca: Gereja partikular yang menggunakan  ritus Timur dan berkedudukan di sebelah timur Yerusalem) pada 6 Januari dengan maksud untuk menghormati Pembaptisan Kristus. Lambat laun, Epifani diperhitungkan sebagai salah satu dari tiga festival Gereja yang utama selain Paskah dan Pentakosta. St.Yohanes Krisostomus yang berkhotbah di Anthiokia pada 6 Januari 387 menjelaskan mengapa Epifani menjadi perayaan yang lebih agung dibandingkan dengan Natal. “Mengapa hari ini disebut Epifani? Karena bukan ketika Ia lahir, Ia bermanifestasi (menyatakan diri) kepada semua orang, namun ketika Ia dibaptis. Hingga pada hari inilah (baca:pada saat pembaptisan-Nya) Ia tidak dikenal oleh orang banyak.” Pusat ritual dalam liturgi Timur (baca:Gereja ritus Timur) adalah pemberkatan meriah atas air baptis.

Epifani muncul dalam kalender Gereja Barat (baca: Gereja ritus latin yang berkedudukan di sebelah barat Yerusalem dan berpusat di Roma) pada abad ke-4 namun dengan fokus yang berbeda. Alih-alih merayakan pembaptisan Kristus, Epifani dihubungkan dengan manifestasi Kristus pada bangsa kafir (baca:bangsa non-yahudi) yang hadir dalam pribadi Tiga Orang Majus. Teks-teks kuno menyebutkan bahwa Pembaptisan Kristus dan Mukjizat Perjamuan Nikah di Kana juga dirayakan dalam perayaan tersebut. Ketika terjadi pembaharuan liturgi pada 1955, maka tidak ada lagi vigili dan oktaf (suatu masa 8 hari pasca hari raya) Epifani, selain itu Pesta Pembaptisan Tuhan kini dirayakan pada hari Minggu setelah Epifani. (Pembaharuan ini kemudian diikuti dengan penetapan aturan yang memperbolehkan konferensi uskup setempat untuk menggeser Epifani ke hari Minggu antara 2-8 Januari, agar Epifani bisa dirayakan oleh umat secara meriah, mengingat situasi dan kondisi daerah setempat yang tidak memungkinkan untuk menjadikan Epifani sebagai hari libur nasional).

Sebenarnya, (L)iturgi yang  berkaitan dengan Epifani seharusnya mengandung 3 aspek, yaitu: kunjungan orang majus, pembaptisan Kristus, dan mukjizat di Kana, dan memang, Ibadat Pagi (Laudes)  pun mengekspresikan betapa kaya makna Epifani dalam antifon Kidung Zakharia (lihat buku Ibadat Harian halaman 96) : “Hari ini pengantin surgawi disatukan dengan Gereja, sebab di Yordan Kristus membasuh dosa umat-Nya.Para sarjana bergegas membawa persembahan untuk perkawinan raja, dan para tamu bergembira atas air yang diubah menjadi anggur, alleluya.”

Makna Epifani menjadi semakin jelas jika kita melihat hubungan antara bacaan Injil pada Epifani dengan Paskah. Sebagai contoh Yesus mendapat tekanan dari penguasa yaitu Raja Herodes pada saat kelahiran-Nya, pun dari pemimpin Yahudi menjelang penyaliban-Nya. Yesus menyatakan diri-Nya kepada bangsa kafir (baca: bangsa non-yahudi) yang terwakilkan melalui para majus, dan adalah bangsa kafir (baca: bangsa non-yahudi) pula, yaitu perwira romawi, yang kemudian mengenali Yesus sebagai Anak Allah pada kaki salib. Peristiwa yang paralel ini mengingatkan kita bahwa (L)iturgi kita mempunyai “tema besar”, yaitu bahwa, sebagai Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik, kita selalu merayakan misteri Paskah; hidup, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s